Sabtu, 13 Juni 2015

Bahagia itu Pilihan (Review)

Judul : Chose Them Wisely ( Bahagia itu Pilihan )
Pengarang : Mike Dooley
Penerbit   : Pt Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 223 hlm
ISBD : 978-979-22-6475-3
Versi : Non Fiksi

Buku ini akan menjelasakan diri Anda, kekuatan pikiran yang Anda punya dan kekuatan mimpi yang Anda pilih. Bahwa sebenarnya pikiran dan mimpi kita adalah kunci dari kehidupan kita, dan seharusnya kita bahagia dengan diri kita yang sekarang, dengan semua kemampuan dan pencapaian yang telah kita raih sekarang, dan apapun yang kita miliki sekarang. Pikiran dan mimpi kita memegang kendali utama dalam kehidupan kita. Berikut tulisan yang saya kutip dalam buku Bahagia itu Pilihan, semoga ini dapat menjadikan Anda menjadi orang yang lebih bahagia. 

Pilihlah dengan bijak apa yang harus anda pikirikan dalam setiap menit di kehidupan Anda.

Menjalani kehidupan yang Anda impikan itu bukan sekedar tentang mimpi. Ini tentang menjalani kehidupan, mengikuti dorongan dari dalam diri Anda, menyingkirkan setiap rintangan dan melangkah ke dalam dunia.
Masa depan Anda, mulai hari ini tidak akan terbentang berdasarkan masa lalu Anda atau kondisi kehidupan Anda yang ada, tetapi sepenuhnya berdasarkan pemikiran, impian, keyakinan dan harapan Anda.

Segala sesuatu mungkin!!. Segala sesuatu datang dari pemikiran. Dan pemikiran Anda ditentukan oleh Anda sendiri.

Lihat semua sebagai hal yang mudah, dan akan begitulah kenyataanya. Anda sudah punya semua yang Anda butuhkan untuk mendapatkan semua yang Anda inginkan. Jangan mencoba menjadi berbeda dari diri Anda, yang harus Anda lakukan adalah menikmati apa pun itu serta menerapkan kata hati Anda pada dunia maka Anda akan melihat betapa benarnya ini dan betapa mudahnya kehidupan selama ini.

Anda tidak bisa mengubah dunia tetapi Anda bisa memanfaatkanya.

Bergembiralah dengan segala hal yang harus dilakukan, dan wajib dilakukan, serta hargailah kebesaran yang sudah ada pada Anda. Pikirkan saja pemikiran-pemikiran baik, maka kehidupan Anda pun akan baik.Teruslah bermimpi dan bermimpilah besar, semua mimpi itu sudah ditakdirkan. Bayangkan saja mimpi-mimpi itu terwujud dan menjadi sejarah

Fokuskan pemikiran Anda pada apa yang Anda inginkan, bukan pada apa yang Anda miliki. Pikirkan akan ke manakah Anda, bukan di mana Anda sekarang.

Berlatihlah merasakan apa yang Anda benar-benar ingin rasakan. Kehidupan tidak diukur berdasarkan permainan yang dimenangkan, tapi bahwa Anda menjalaninya saat ini dan belajar cara bersenang-senang.

Beritahu semesta bahwa Anda mempercayai apa yang Anda impikan

Anda hanya perlu percaya bahwa kehidupan adalah tentang menjalani mimpi yang kau miliki karena tak ada satupun di dunia ini yang lebih kuat di bandingkan pemkiran Anda. Apa yang sudah berlalu sudah berlalu dan tak penting lagi. Memandang kehidupan ke belakang tidak akan menjadikan segala sesuatu lebih baik Lakukan apa yang kau sukai, cintai apa yang kau lakukan dan dunia akan datang menghampirimu. Keajaiban dalam kehidupan jauh terlampau besar bagimu untuk menghabisakan waktu menunggu takdir. Dalam sekejap mata mimpimu terlahir, dan kala kau bertindak dengan penuh keyakinan, mimpi itu pun mulai terwujud

Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin orang lain akan menyukai Anda

Satu-satunya hal yang anda butuhkan untuk bahagia dan bijaksana ada dalam diri anda dengan kehidupan yang dibebaskan. Kita tahu apa yang kita mau, kita melakukan apa yang kita bisa, jika kita yakin maka kita akan menemukan hasil akhir. Jika kau mendapati dirimi sendiri memikirkan sesuatu yang tak kau suka, hentikan, balik dan bebaskan diri


Tindakan menghasilkan tindakan, Tindakan Anda menghasilkan tindakan Saya

Selasa, 02 Juni 2015

Assalamualaikum Beijing (Review)



Judul               : Assalamualaikum Beijing
Penulis             : Asma Nadia
Penerbit           : AsmaNadia Publishing House
Tebal               : 360 hlm
ISBD               : 978-602-9055-25-2
Versi                : Cerpen & Novel
Cinta, pengkhianatan, kesetiaan, pengorbanan dan keteguhan hati. Inilah makna yang terangkum dalam novel ini. Bahwa dalam hidup ujian akan selalu datang, dan kita harus mengadapinya dengan ikhtiar dan ikhas. "Kita tidak bisa menghindari takdir yang Allah berikan tetapi bisa memilih cara bagaimana menghadapinya". Dan ketika kita mempunyai keikhlasan yang kuat dalam menghadapi ujian-Nya, niscaya dengan Kun Fayakun-Nya semua cobaan akan hilang dengan sendirinya. Allah tak menguji hamba hamba-Nya di luar kesanggupan, dan doa adalah senjata yang memungkinkan kemustahilan
Novel ini menceritakan tokoh utama bernama Asma, seorang gadis manis dengan mata indah yang cerdas, dan semangat hidup yang besar dalam menghadapi segala ujian Allah. Seperti saat Ia berhasil menundukkan undakan demi undakan  Great Wall  yang panjang dan dipenuhi dengan banyak gembok cinta yang terpasang di dindingnya, seperti itulah Ia mencoba menjalani dan menundukan setiap cobaan hidup yang datang.

“ Harta dan kebangsawana n tak membuat laki-laki menjadi pangeran. Cinta Sejati seorang putrilah yang mengubahnya ”

AsmaRa, nama panggilan sayang yang diberikan oleh Dewa, pria yang sudah 4 tahun menjalin kisah cinta dengannya. Kebersamaan, Kepercayaan dan Impian menjalani hidup bersama yang hampir diwujudkan dalam pernikahanpun seketika gagal, setelah Dewa melakukan kehilafan dengan Anita, teman sekantornya. Kehilafan itu membawa Dewa pada kehidupan rumah tangga yang tak bahagia bersama Anita, gadis cantik bertubuh tinggi, putih dan berobsesi besar untuk memiliki Dewa. Tetapi apapun kelebihan yang dimiliki Anita tak mampu membuat Dewa hidup bahagia, karena sesungguhnya cinta Dewa hanya untuk Ra.

“ Jika tak kau temukan cintamu, biarkan cinta yang menemukanmu ”

Kepergian sang Ayah yang lebih memilih perempuan lain dan kegagalan pernikahanya dengan Dewa, membuat Asma semakin mempertanyakan tentang keberadaan cinta sejati. Ia perlahan menutup hati. Ia tak ingin membuang waktu mengingat orang-orang yang telah memutuskan pergi dari hidupnya.

Perjalanan Asma ke Cina awalnya hanya sebatas perjalanan dinas menggatikan teman kerjanya, tetapi dari sinilah awal bertemunya cinta sejatinya. Zhongwen, pemuda berahang kukuh dan bermata cerdas yang tanpa sengaja ia temuai di Cina. Zhongwen dengan segudang pengetahuanya tentang legenda Cina telah memberikan banyak bantuan dan pelajaran baru selama Asma di Cina. Pertemenan mereka berlanjut hingga Asma kembali ke Indonesia, mereka berdiskusi tentang banyak hal melalui email, sms ataupun kartu pos yang sering Zhongwen kirim dari berbagai kota di Cina. Dari Asma juga Zhongwen banyak mendapat pencerahan tentang Islam, dan hidayah yang akhirnya menuntunnya  menjadi muallaf, meski sebagai konsekuensinya, Zhongwen terusir dari keluarga. Pertemanan yang semakin lama menumbuhkan cinta di antara keduanya tetapi entahlah apakah itu benar cinta?? Asma tidak ingin berharap banyak tentang cinta pada pria yang jauh di negeri Cina itu.

“ Tak akan kau temukan aku terkapar sebab kekalahan serupa api bagiku yang membakar belukar di tiap jalan “

Diuji dengan sakit Asma justru semakin kuat, ketika Ia divonis penyakit APS (Antiphospholipid Syndrome) penyakit pengentalan darah yang dapat menyebabkan berbagai kemungkinan termasuk stroek, kebutaan dan sulitnya mendapatkan keturunan. Tetapi dalam sakitnya Asma termotivasi untuk memberikan yang terbaik dan membahagiakan orang yang sangat dicintainya, satu-satunya, sang Mama. Berusaha menutup rapat sakit dan derita yang menderanya dari dunia, termasuk dari Zhongwen. Harapan dan sinyal-sinyal cinta yang dikirim Zhongwen selalu ditepisnya dari pikiran. Iya hanya ingin fokus pada cita-cita membahagiakan Mamanya. Melewati hari-hari berat bersama sang Mama, sahabatnya Sekar dan suaminya  Mas Ridwan.

“ Doa selalu menenangkan dan memberikan harapan “
Bismillahisy syafi, bismillahi kafi, bismillahil mu’afi, bismillahil ladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil ardi wa la fis sama’i wa huwas sami’ul alim “
“ Dengan nama Allah Tuhan yang menyembuhkan. Dengan nama Allah Tuhan yang mencukupkan. Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatupun yang berbahaya baik di bumi maupun di langit “
“ Inni massaniyad durru wa anta arhamur rahimiin “
“ Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang”

“ Aku tak ragu mengatakan, bersama denganmu walaupun sebatas embusan angin kunamai ia anugrah “

Keyakinannya memilih Islam dan cintanya pada Asma, membawa Zhongwen sampai ke Indonesia. Meskipun kenyataanya Asma yang Ia lihat sekarang sedang sakit, tetapi apapun resikonya ia tetap yakin dengan cintanya pada Asma. Dengan segenap cinta karena Allah kesabaran dan kesungguhan Zhongwen merawat Asma menyentuh dan menumbuhkan kembali perasaan sayang dan cinta yang awalnya hilang. Zhongwen adalah anugrah, dan mungkin cinta sejati Asma.